Hello Guest! Welcome to our Website.
Something you might want to know about us.
Don't be hesitated to contact us if you have something to say.

Minggu, 25 Oktober 2009

Informasi Penerimaan CPNS Jepara dan Jateng 2009


JEPARA-Pelaksanaan pengumuman dan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan ini mengalami penundaan. Pasalnya sampai saat ini ada sejumlah kabupaten/kota yang belum mendapatkan pengesahan rincian formasi dari pemerintah pusat.

“Sampai saat ini ada kabupaten yang rincian formasi CPNS belum turun sehingga tidak mungkin Propinsi Jateng menyelenggarakan seleksi CPNS di tingkat Jateng,” ungkap Kabid Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara Nurkowan kemarin (13/10).

Direncanakan semula pengumuman CPNS kepada publik akan berlangsung mulai 17-26 Oktober. Sedangkan pelaksanaan pendaftaran CPNS dimulai 17-31 Oktober mendatang. “Namun H-1 ada informasi dari propinsi bahwa karena sebagian kabupaten/kota formasi CPNS belum turun sehingga pelaksanaan pengumuman dan pendaftaran diundur,” jelasnya.

Sampai kapan pengunduran itu berlangsung? Nurkowan mengatakan pihaknya belum mengetahui persis kapan pengumuman dan pendaftaran jadi dilaksanakan. “Mudah-mudahan sebelum Oktober berakhir semua formasi di masing-masing kabupaten turun,” jelasnya.

Direncanakan setelah formasi turun semua, akan ada rapat bersama BKD propinsi dengan BKD se-Jateng untuk membahas persiapan terakhir pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2009. “Rencananya pertemuan itu jugaakan disampaikan standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan rekrutmen CPNS,” jelasnya.

Terpisah, Kantor Pos Jepara kini bersiap untuk memfasilitasi pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dengan model pendaftaran online lewat internet, Pos juga menyediakan pelayanan internet yang bisa dimanfaatkan para pelamar.

Seperti diketahui untuk pendaftaran CPNS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dunia maya internet. Pemerintah pusat sebenarnya juga sudah melaksanakan pendaftaran model online namun kabupaten/kota baru tahun ini akan melaksanakan memanfaatkan pendaftaran menggunakan jaringan internet.

Jumlah komputer yang tersedia di Pos Jepara cukup terbatas; hanya empat unit PC. Meski demikian, para pendaftar dianjurkan tidak mesti lewat Pos saja. Dari warunginternet (warnet), memakai laptop di kawasan hotspot maupun perpustakaan daerah yang menyediakan komputer.

“Dengan jumlah komputer yang terbatas dan kemudian melayani seluruh pendaftar tidak mungkin. Para pelamar bisa memanfaatkan internet di tempat lain. Sekarang banyak tempat yang menawarkan jasa internet,” jelas Buyono selaku supervisor human capital aset dan tekonologi Pos Kabupaten Jepara.

Pendaftaran online menurut Buyono hendaknya disikapi pelamar dengan lebih aktif dan giat mencari dan mengakses informasi internet. Dengan demikian, pelamar tidak ketinggalan informasi.

Meski pendaftaran melalui online namun untuk berkas berupa fotocopy ijazah dan lainnya masih tetap dilewatkan pos. Dengan demikian peran Pos justru lebih besar lagi saat pengiriman berkas pendaftaran.

Hingga kemarin belum ada pembicaraan dengan pemkab dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengenai penerimaan CPNS. “Kalau menurut apa yang kami baca di koran sekitar bulan Oktober namun dari pihak terkait belum ada pembicaraan mengenai kerjasama terkait penerimaan CPNS tahun ini,” jelas Buyono.

Pada prinsipnya PT Pos Jepara siap melayani para pelamar dalam pelaksanaan proses pendaftaran CPNS selama memang berhubungan dengan pengiriman berkas maupun pendaftaran lewatinternet. (zis)
sb : jawapos

Sementara di Sukoharjo

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sukoharjo mengakui maraknya calo calon pegawai sipil (CPNS) menjelang dibukanya pengumuman rekrutmen pada bulan ini.

Hal tersebut ditegaskan Kepala BKD, Sardiyono ketika dikonfirmasi, Selasa (13/10). Lebih lanjut, imbuh dia, maraknya calo sebenarnya tidak hanya terjadi ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengadakan rekrutmen CPNS melainkan juga ketika Pemkabakan menggelar mutasi serta even-even lainnya.

“Kalau calo saya yakin memang banyak beredar. Namun yang wajib diperhatikan masyarakat adalah mereka hanyalah oknum yang tidak bertanggungjawab. Artinya, tidak ada jaminan ketika masyarakat menyerahkan sejumlah uang kepada calo lantas mereka diterima sebagai pegawai,” jelasnya.

Sardiyono menambahkan, dengan kondisi yang ada masyarakat wajib selalu berhati-hati serta waspada. Dengan kata lain jangan mudah percaya dengan bujuk rayu calo lantaran tidak ada jaminan bahwa kata-kata mereka bisa dipercaya. Oleh karena itu, menurut Sardiyono, masyarakat wajib mengikuti proses rekrutmen seperti tahapanyang telah ditentukan.

Disinggung mengenai jaminan transparansi dari Pemkab, Sardiyono menjawab bisa dibuktikan oleh masyarakat.

“Untuk rekrutmen tahun ini Pemkab hanya berfungsi sebagai pihak yang menggelar rekrutmen. Jadi yang bertanggungjawab atas pengadaan soal, penyelenggaraan tes hingga pemeriksaan sudah dilimpahkan kepada pihak ketiga yaitu perguruan tinggi negeri (PTN),” jelasnya.

Masih mengenai rekrutmen CPNS, Sardiyono menjelaskan, pengumumannya akan ditunda. Sebab, surat keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) hingga Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) belum juga terbit.
aps
source : solopos

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar